Selamat Datang di Web Resmi Pemerintah Desa Kajar Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang  

JEJAK KEJAYAAN MAJAPAHIT DI KOTA LASEM

Maskat | 11 Juni 2021 08:54:06 | Berita Lokal | 141 Kali

Sejarah - Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan dalam peradaban Hindu-Buddha di Indonesia. Kerajaan yang bercorak agama campuran ini (Hindu dan Buddha dianut oleh mayoritas masyarakat) bertempat di wilayah sekitar Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Jejak sejarah Kerajaan Majapahit pada era 1351 Masehi diwilayah Kajar mewariskan peninggalan berupa batu tapak kaki Raja Majapahit yang dikenal dengan watu tapak, goa tinatah, kursi kajar, dan lingga kajar. Peninggalan tersebut tersebar di sejumlah tempat di kawasan Gunung Kajar, Pegunungan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Namun, menurut masyarakat sejarawan Indonesia (MSI) kabupaten setempat, tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Lasem ada peninggalan Majapahit. Pemerintah kabupaten itu pun selama ini terkesan kurang peduli dengan aset sejarah dan wisata itu sehingga benda-benda di situs tersebut tidak terawat. Hal ini terbukti dari goresan huruf palawa di lingga kajar itu sulit dibaca lagi. Begitu pula peninggalan-peninggalan Majapahit lain, misalnya kajar kursi, juga tidak terperhatikan. Batu itu tidak lagi menyerupai kursi karena telah hancur sebagian.

Terlebih lagi baru-baru ini di Desa Sriombo pada awal pertengahan tahun 2018 saat warga melaksanakan pekerjaan penggalian pondasi pembangunan gapura desa ditemukan potongan patung kepala Budha. Sontak hal ini sempat menggegerkan warga. Berbekal laporan warga dan melihat kondisi penemuan Pemerintah Desa Sriombo langsung melaporkan penemuan kepada Forkompimcam. Berharap penemuan tersebut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Alih-alih mendapatkan perhatian serius setelah berjalan 3 tahun lebih belum juga ada kabar kejelasan nasib situs patung budha tersebut.

Adi Setiawan sekdes Desa Sriombo ditemui saat sedang panen singkong di bengkok desa menjelaskan, bahwa dulu pada awal penemuan situs sempat disurvei oleh Dinbudpar Kabupaten Rembang dan Balai Arkeologi Yogyakarta. "Pemerintah Desa Pengen sekali dari pihak terkait meneruskan Ekskavasi dari penemuan tersebut, karena itu adalah peinggalan sejarah yang perlu digali sebagai kekayaan Kabupaten Rembang". Ungkap Bapak satu anak itu.

Jika dikaitkan antara situs Majapahit Lasem terletak kawasan Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang tentu ada kaitannya dan memperkuat bukti sejarah kejayaan Majapahit di Lasem. Dari kota tua Lasem atau jalan pantai utara Lasem, kawasan yang terkenal dengan sumber air yang melimpah itu berjarak sekitar tujuh kilometer ke arah selatan. Situs Majapahit di kawasan Gunung Kajar, Pegunungan Lasem layak menjadi ajang studi karena kisah di balik sejumlah peninggalan itu tidak terlepas dari sejarah Kadipaten Lasem pada masa Kerajaan Majapahit yang terkenal kala itu.

Kadipaten Lasem muncul setelah Tribuwana Wijayatunggadewi membentuk Dewan Pertimbangan Agung atau Bathara Sapta Prabu pada 1351. Salah satu anggota Dewan Pertimbangan Agung itu adalah Dyah Duhitendu Dewi, adik kandung Hayam Wuruk. Setelah menikah dengan anggota Dewan Pertimbangan Agung yang lain, Rajasawardana, Dewi Indu tinggal dan menjadi penguasa di Lasem dengan gelar Putri Indu Dewi Purnamawulan, yang kemudian dikenal sebagai Bhre Lasem.

Sumber: http://rembang.dosen.unimus.ac.id/?page_id=1228

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung